Kondisi Tannas dan Hankam

Oleh: Noverius Laoli

  Kedua konsep Tannas dan Hankam sekarang ini dapat dikatakan gagal.  Tannas yang lebih dikenal sebagai pertahanan nasional tidak dapat dipertanggung jawabkan lagi. Demikian juga pertahanan keamanan, ada banyak hal yang telah merongrong eksistensi RI yang bertujuan untuk membubarkan Negara ini. 

Aspek geografis

Secara geografis Indonesia terletak di daerah tropis yang kaya akan kekayaan alam dan situasi iklim yang kondusif. Indonesia yang memiliki tanah yang subur, hutan yang lebat. Bahkan Indonesia sempat dianggap sebagai paru-paru dunia karena memiliki hutan yang luas, asri dan subur. Maka tidak heran kalau lagu-lagu yang berbunyi “lempar jagung, tumbuh jagung; lempar mangga tumbuh mangga”. Karena memang Indonesia memiliki itu semua. 

Konsep tannas yang dijadikan sebagai aturan formal untuk menjaga itu semua, tinggal teori yang tertera hitam di atas putih. Wajar kalau bangsa Indonesia bertanya, sebenarnya konsep Tannas ini berlaku untuk siapa? Ini adalah pertanyaan yang mencoba menggali kembali apa hakikat dasar dari konsep tannas tersebut. Mungkin sekali konsep ini hanya berlaku bagi orang-orang tertentu atau pejabat Negara.

Bagaimana bangsa ini bisa mempertahankan Indonesia dengan segala kekayaan yang ada di dalamnya, jika aturan hukum yang berlaku saja tidak diindahkan lagi. Apakah dapat dikatakan Konsep Tannas ini berhasil jika hutan-hutan di Indonesia sudah dibabat habis. Lihat keadaan hutan-hutan yang gundul. Yang dulu terlihat asrih, lebat, membanggakan sekarang yang tertinggal hanya gunung yang gundul, cuaca yang panas, dan banjir yang setiap saat meregut nyawa orang yang tidak bersalah.

Para pengusaha bekerja sama dengan pemerintah berlomba-lomba menggunduli hutan untuk menikmati hasilnya. Hutan dilihat sebagai materi yang siap dioperasi demi keuntungan segelintir orang. Dalam hal ini konsep tannas gagal total. Kita tidak dapat mempertahankan bangsa ini dari kehancuran yang berasal dari dalam sendiri.  Kegagalan tannas mempertahankan keutuhan dan kekayaan bangsa ini jelas-jelas sesuatu yang sangat berbahayan. Kalau dulu bangsa ini memiliki aneka satwa yang cukup kaya, sekarang semua itu terancam punah. Undang-undang untuk menjaga itu semua hanyalah tinggal undang-undang tetapi pada prakteknya semua undang-undang itu dilanggar tanpa aturan hukum yang jelas. Akibatnya ada beberapa satwa yang sudah punah sema sekali dari bumi pertiwi ini.  

Kemiskinan

Akibat dari kegagalan tannas ini rakyat menjadi sengsara. Lihat setiap tahun jumlah rakyat miskin semakin bertambah, pengemis dipinggir jalan semakin menjadi-jadi. Penggangguran di sana sini. Harga-harga naik. Semua menjadi serba mahal. Rakyat hanya dapat mengeluh dan kembali menuntut hak mereka, tetapi pemerintah tenang-tenang saja seolah tidak terjadi apa-apa, semua  masalah itu dianggap wajar dan tidak perlu ditanggapi.  Ini akibat dari kegagalan konsep tannas. Keseimbangan sudah tak dapat diatasi lagi antara rakyat yang kaya dan yang miskin. Yang kaya menindas yang miskin dan yang miskin hanya dapat mengeluh mungkin berteriak pun takut sebab mereka akan dirongrong oleh kekuasaan para pejabat. Bencana lumpur lapindo yang sudah lebih satu tahun, tetapi masih dibiarkan begitu saja, rakyat semakin sengsara. Sudah sengsara mereka dibohongi lagi. Bahkan uang ganti rugi untuk tanah dan harta benda mereka masih sulit diperoleh. Padahal sesungguhnya itu sudah menjadi hak mereka. Menuntut pemerintah yang kesannya hanya bisa simpatik tetapi tidak dapat berbuat banyak adalah contoh melemahnya pertahanan nasional kita.  Rakyat yang menjadi korban dari itu semua. Ini hanyalah segelintir contoh dari gagalnya sistem tannas. Pemanfaatan hasil alam yang tak terkontrol merupakan kegagalan yang sangat memilukan bagi bangsa ini. Kita tidak mampu mempertahankan apa yang sudah ada malahan menghacurkannya. 

Aspek hukum dan lemahnya pemerintah menegakkan hukum yang adil dan benar merupakan salah satu faktor pendukung semakin gagalnya kospep tannas. Pertahanan nasional hanya bisa ditegakkan jika ada koridor yang jelas dan aturan hukum yang adil. Semakin membengkaknya angka korupsi adalah suatu kegagalan  besar dalam hal ini. Maka konsep tannas dinilai gagal, sebab semakin lemahnya hukum dalam menegakkan pertahanan nasional ini, akibatnya hutan kekayaan Indonesia dibabat habis, longsor yang memakan banyak korban jiwa, kemiskinan yang merajalelah, semakin banyak satwa yang punah, bencana buatan manusia sendiri (lapindo), dan semakin meningkatnya tingkat korupsi di kalangan para pejabat adalah bukti nyata melemahnya dan gagalnya pertahanan nasional. 

Identitas bagsa yang kabur

Mengutip Stuart Hall (dalam Kate Nash, 2000), mengakibatkan identitas menjadi lebih politis, terjadi penguatan identitas yang berlindung pada berbagai identitas budaya (dan agama) komunitas beserta institusi sosialnya. Hampir semua negara mengalami dampak tersebut. Akan tetapi, bagi Indonesia situasinya menjadi sangat serius. Pertama, karena negeri ini merupakan negara kepulauan, terdiri dari sekitar 17.500 pulau besar dan kecil, sambung menyambung dari barat ke timur, dengan ratusan etnis dan kebudayaan yang sudah berkembang jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Kedua, notion persatuan dan kesatuan yang dipaksakan dengan pendekatan keamanan pada zaman Orde Baru.

Pemerintahan yang otoriter dan sentralistik menguasai sumber-sumber daya lokal selama berpuluh tahun, tetapi melupakan kesejahteraan masyarakatnya. Ketegangan dan kekerasan merebak, dipicu oleh disparitas ekonomi dan kehancuran sumber daya alam, yang tidak seluruhnya tertampung dalam instalasi demokrasi yang sedang dibangun. Penerapan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah seperti menjadi amunisi untuk melegitimasi segala tindakan atas nama adat, budaya, tradisi, yang bercampur baur dengan keyakinan, dan agama untuk menegaskan perbedaan satu dengan yang lain. Toleransi menjadi kata kosong di tingkat realitas sosial.

Transaksi kewarganegaraan terasa sangat formal. Tak ada pendalaman kesadaran akan tanggung jawab untuk menyelenggarakan pergaulan masyarakat yang multibudaya. Akhirnya konsep tannas hanya menjadi gaungan yang kosong ditengah hutan rimba. Suara itu tidak memiliki kekuatan sama sekali.  

Kondisi Hankam 

Hankam atau pertahanan nasional  memiliki tujuan untuk mempertahankan negara kesatuan RI ini dari ancaman, baik itu dari luar maupun dari dalam negeri sendiri.

Eksistensi

Secara khusus peran dan fungsi utama pertahanan keamanan adalah mempertahankan eksistensi negara. Berbicara soal eksistensi, berarti berbicara soal ada, mengada, wilayah, keutuhan. Kata eksis berarti ada. Kalau ada berarti bisa tidak ada. Maka untuk tetap ada (eksis) bangsa ini membutuhkan suatu kekuatan yang mampu mempertahankan eksistensi nasional, maka lahirlah konsep pertahanan keamanan.  

Sejak dibentuknya konsep pertahanan keamanan, sampai sekarang ini, adakah hasil yang signifikan yang dapat dirasakan oleh  masyarakat luas. Benarkah bahwa konsep hankam ini untuk memenuhi seluruh kepentingan rakyat indonesia? Ini menjadi pertanyaan besar dan sekaligus mendasar.

Pada zaman pemerintahan megawati, provinsi timor-timur memisahkan diri dari Indonesia, pulau ambalat di ambil dari Indonesia, dan masih ada beberapa pulau terluar Indonesia terancam dimiliki oleh Negara Malaysia, Singapura, Bruneidarussalam dan Negara-negara tetangga lainnya. Hampir tiap tahun kekayaan pantai kita dicuri oleh orang asing. Lautan yang luas tidak dapat kita amankan. Sehingga kekayaan alam kita diambil oleh orang lain yang memiliki kemampuan. Tidak lama ini muncul keinginan rakyat papua untuk merdeka. Mereka ingin memisahkan diri dari kesatuan Negara repulik Indonesia.

Dan sejumlah daerah lain masih dilanda konfik baik itu masalah etnis, agama, dan wilayah. Daerah poso, ambon dan sejumlah daerah yang lain menjadi ancaman runtuhnya Negara RI. Melihat sederet fakta yang ada, masihkah dapat dipertahankan konsep tannas ini, atau konsep ini tinggal hukum yang mandul. Dalam prakteknya konsep ini tidak berlaku sama sekali, dapat dikatakan tidak memiliki kekuatan. Ditengah semakin menguatnya diskriminasi, intimidasi dan kekerasan, bagaimana konsep hankam di jalankan.

Gempuran globalisasi yang menghasilkan kontradiksi-kontradiksi, di satu sisi mengakibatkan de-tradisionalisasi dan menguatkan kosmopolitanisme. Disisi lain menguatkan konservatisme dan membuka peluang munculnya berbagai kemungkinan. Kesatuan wilayah dan eksistensi bangsa Indonesia menjadi kabur. Pertahanan keamanan semakin lemah. Secara militer indonesia kalah dari Singapura, negara yang kecil itu. Ancaman separatis dari dalam seperti gerakan Aceh merdeka menjadi ancaman yang serius. Kekuatan armada bangsa ini masih perlu dibenahi dengan serius.  Krisis ekonomi, politik, dan keamanan merupakan pilar-pilar utama yang menghacurkan eksistensi negara ini jika ini dibiarkan berlangsung berlarut-larut.

Kesimpulan

Kegagalan kedua konsep ini disebabkan semakin melemahkan kekuatan hukum dan penegak hukum di Indonesia. Selain itu tidak seriusnya pemerintah memperhatikan perkembangan sistem tannas dan hankam. Banyak para pejabat yang tugas utamanya menegakkan konsep ini ternyata dengan terang-terangan melanggarnya.  Akibat dari kegagalan ini, kekayaan nasional: hutan, satwa, tumbu-tumbuhan, emas, timah, budaya, suku, bahasa, pulau, dan kekayaan lainnya terancam punah. Bahkan bisa diprediksi jika krisis ini terus berlangsung kelak semua kebanggaan negara ini hanya tinggal sejarah.  Yang menderita akibat kegagalan ini adalah rakyat kecil, yang tidak tahu apa-apa, merekalah korban dari ketidak adilan.

Konsep negara yang tujuan utamanya memanusiakan manusia menjadi slogan para pemegang kekuasaan. Negara tidak dapat dipercaya lagi. Maka tidak heran secara perlahan-lahan, daerah-daerah yang merasa termarjinalkan akan melepaskan diri dari kesatuan RI.  Ketidak adilan dalam pemerataan pendapatan negara merupakan buktinya nyata gagalnya konsep tannas dan hankam ini. Papuan yang kaya akan hasil alam tetapi rakyatnya miskin. Semua hasil alam itu dinikmati oleh orang yang tinggal di ibukota negara. Ini adalah bentuk penjajahan baru.

~ oleh noveonline pada Desember 4, 2007.

9 Tanggapan to “Kondisi Tannas dan Hankam”

  1. Sy tdk sependapat dg tulisan anda karena secara mendasar tdk mengerti essensi Tannas(Ketahanan Nasional) maupun Hankam jadi saya kira minimal anda harus mengerti dulu 2 pengertian yg anda tulis,kondisi hankam kita memang lemah krn ada manusia Indonesia yg mengingnkan TNI lemah sampai hancur,sehingga kekuatan Hankam tdk dapat dirasakan oleh masyarakat kita.

  2. kondisi yang sangat mengenaskan kapan negara ini bisa seperti negara maju minimal seperti malaysia saja deh

  3. ada konsep tannas aja bgitu…apalagi nggak ada !!!
    apa lo punya gagasan yg lebih baik…???

    penyebab itu semua karena bangsa kita bangsa komentator yang baik…bukan bangsa konseptor yang handal…
    termasuk lo n gw..he..he..

  4. Konsep dan strategi tannas dan hankam kita sedang memasuki era multi-athg yang dinamis dan beragam, baik dari sumber internal maupun eksternal. Selama kita selalu konsisten dan konsekwen dalam menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945, akan terbentuk sejarah kemajuan peradapan bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaannya dalam platform visi dan misi luhur reformasi.

  5. good

  6. Aduh gmn y? Masa depan yang akan dtng ?
    mga aj lbih baik lagi amiiiiiiiiiin

  7. bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAggggggggggggggggggggggggUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz bbbbbbbbbbbbbbbbbbAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTTTTT. . . . . . . . . . . . . .

  8. sebenernya saya gax tau maksud dari konsephankam tuh apa c

  9. very good.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: