M E L U K I S

Oleh: Noverius Laoli

 

Melukis adalah mengungkapkan yang tak terungkapakan. Mencoba membahasakan yang tak terbahasakan. Kemampuan merakit, mengaktualkan, mendesain, menerobos jeritan batin dari setiap seniman.

Dalam film ini ada dua seniman yang sangat menonjol yaitu Picasso yang sudah terbiasa melukis dan terkenal dengan berbagai lukisan yang ia pamerkan. Bertolak belakang dengan Modiliani yang memiliki kemampuan melukis yang luar biasa tapi bukan untuk dipamerkan tapi untuk kesenangan semata. Modiliani melukis bukan semata untuk uang dan ketenaran, ia melukis karena kekagumannya pada keindahan. Keindahan itulah yang membuatnya mau melukis.

Melukis baginya adalah sesuatu yang perlu diaktualkan. Ia mengungkapkan keindahan yang tersembunyi dibalik apa yang dilihat oleh dunia sehari-hari. Misalnya ketika ia melukis pacarnya, ia memahami dan mengenal kepribadian yang ia lukis. Melukis baginya ialah mengungkapkan jiwa, pribadi, yang ia lukis. Mengekspresikan  hal-hal yang ada dibalik jiwa yang ia lukis.

Melukis bukan berarti untuk keindahan sebatas pandangan mata, tapi menyentuh  hal-hal terdalam dari hidup seseorang. Ketika ia ikut perlobaan melukis, ia  melukis dengan hati, kesabaran, ketenangan, cinta, baik itu pada lukisan maupun objek yang ia lukis yaitu kekasihnya. Sehingga yang melukis itu bukan hanya tangan dan otaknya, tapi seluruh jiwanya dicurahkan untuk melukis.

Berbeda dengan Picasso dan seniman lainya, mereka melukis dengan emosi yang menggebu-gebu, kemarahan, ketidak tenangan. Melukis bagi mereka adalah mengaktualkan seluruh bakat dan kemampuan yang ada dalam diri mereka. Dengan tujuan untuk dipamerkan. Bagi modiliani melukis itu merupakan ekspresi dari renungan-renungan batin yang mendalam dan penuh cinta. 

Sehingga lukisannya tidak hanya sebagai hiasan atau dekorasi yang hanya dinikmati sebatas kesenangan yang biasa saja. Tapi mendobrak batas-batas rasio manusia, mengetarkan dan memesonakan orang yang melihatnya. Ini terbukti saat lukisannya dibuka dihadapan orang banyak saat perlombaan lukisan. Semua orang diam, terkagum dan tidak dapat mengatakan apa-apa, memang karena tidak dapat diungkapkan kekagetan, keterpesonaan, kesenangan, yang muncul saat itu. orang hanya mampu memandang dan tidak dapat memeberi tanggapan lagi, karena begitu indahnya.

Hal yang mengesankan pada saya dalam film ini adalah, saat modiliani melukis kekasihnya untuk pertama kali, ia mulukis seluruh tubuh kekasihnya itu. hanya satu yang tidak dilukisnya dan juga merupakan hal yang aneh yaitu ia tidak melukis mata sang kekasih. ketika ditanya mengapa ia tidak melukis matanya juga, ia menjawab “Aku akan melukis matamu kalau aku sudah mengenal pribadimu, jiwamu” jadi baginya melukis itu bukanlah hal yang sepele, tapi mendalami ke dalaman jiwa manusia yang ia lukis, mengekspresikan seluruh pribadi sang objek, mengungkapkan siapa itu yang ia lukis, baik fisik maupun jiwanya. Maka melukis itu mengungkap menghadirkan manusia seutuhya di atas kertas kanvas. Ini bukanlah hal yang mudah.

 

~ oleh noveonline pada Desember 1, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: