FILM A M E R I C A B E A U T Y

 

Oleh: Noverius Laoli

 

Alasan mendasar kemodernan dari film America Beauty. Manusia menjadi individualistik, egois, mementingkan diri sendiri dan mencari kesenangan semata. Dapat dikatakan bahwa manusia menjadi asyik dengan dirinya sendiri. Dengan segala kenikmatan yang dangkal yang menjanjikan. Sehingga hidup menjadi tidak terarah. Hidup manusia menjadi bergantung pada kesenangan. Maka segala usaha akan dihalalkan asalkan kesenangan dapat diperoleh. Yang akhirnya akan membawa hidup di ambang kehancuran dan kehilangan makna. Hidup bagaikan kehampaan saja.

Akibatnya hidup berkeluarga semakin kacau, kehilangan identitas, bahkan rapuh, serta rentan terhadap bahaya kehancuran. Karena setiap orang sibuk dengan kepentingannya masing-masing. Seolah-olah kepentingan itulah yang nomor satu. itulah hidupnya. Kalau itu tidak terpenuhi maka ia tidak merasa benar-benar hidup. Maka apa yang dinamakan cinta keluarga, cinta sejati, kerukunan, kerjasama tidak memiliki tempat di dalamnya. Yang ada sejauh hal tersebut menyenangkan saya dan memuaskan hasrat saya.

Ini jelas-jelas tampak dalam film America Beauty ini. Keluarga yang hancur. Mereka tidak peduli satu sama lain. Sebab tujuan hidupnya mencari kebutuhan-kebutuhan yang sering kali bersifat individualis. Dalam bahasa lain mereka ingin terkenal hebat, populer padahal dasarnya rapuh.

Dunia yang semakin canggih memberikan sejumlah kemudahan untuk mencapai keinginan-keingan manusia. Tapi kenikmatan yang diperoleh melalui segala kemajuan dan kecanggihan teknologi tersebut, seringkali tidak dapat dibatasi, sehingga kita menjadi budak kemajuan teknologi. Hidup menjadi bergantung pada teknologi. Hidup diukur berdasarkan sejauh mana ia memiliki harta. Sejauh mana ia populer dan diakui oleh orang lain. Itulah yang persis sekali terjadi dalam film America Beauty ini. Tepat dengan judulnya, tentang keindahan. Bahwa manusia semakin mengejar keindahan hidup. yang pada dasarnya itu semua hanya memenuhi keegoisannya semata, kenikmatan daging yang harafiah dan konyol di satu sisi.

Kalau kita tilik lebih dalam lagi masalah yang mendasar dari kemodernan ini, maka kita akan menemukan manusia-manusia yang visioner. Bahkan akan merusak generasi yang akan datang. Manusia menonjolkan satu hal saja yaitu keinginan itu harus dipenuhi. Terlepas dari apakah itu baik atau tidak. Sehingga unsur reflektiv menjadi hilang bahkan tidak diperlukan lagi. Segala kemajuan teknologi memberikan kemudahan dan kenikmatan yang instan bagi manusia, sekaligus menjadikan ia mahluk yang konsumtif. Akhir dari semua itu hanyalah penyeasalan. Kenapa ada penyesalan karena kita menjadi sadar bahwa kita diperbudak oleh keinginan kita sendiri, itulah hasil dari releksi. Hilangnya unsur refleksi dalam diri manusia itulah yang menjadi salah satu penyebab masalah kemodernan. Menganggungkan salah satu unsur dan mematikan atau mengebirikan unsur yang lain adalah pintu dari kehancuran.

  

~ oleh noveonline pada Desember 1, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: