Kebenaran Sejati

Oleh: Noverius Laoli  

Paskah bagi orang kristiani adalah hari kebangkitan Kristus, saat dimana maut dikalahkan oleh kasih dan kebenaran. Terang baru mengalahkan kegelapan,  keadilan menang atas ketidakadilan.

Setelah mengalami sengsara, cemoohan, caci maki, dan menjadi tontonan orang banyak, Yesus akhirnya disalibkan dan wafat. Ia menjadi kurban ketidakadilan. Namun tak selamanya ketidakadilan itu dapat dipertahankan. Ibarat mutiara yang dilemparkan ke dalam lumpur ia tetap mutiara, tetap memancarkan sinarnya. Demikian juga sang kebenaran, meskipun disalib dan dibunuh ia tetaplah kebenaran. Paskah Kristus adalah saat dimana kebenaran dan keadilan menang atas kejahatan dan kegelapan akibat ketidakadilan. Paskah kristus mengaungkan kebenaran ditengah dunia yang penuh egoisme dan kerakusan.

 Membawa harapan baru

Kematian Yesus di salib adalah sesuatu yang memalukan bagi para pengikutnya. Ia yang awalnya diagung-agungkan sebagai raja Israel yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi, mati dengan cara yang tragis dan hina. Merekapun putusasa, dan akhirnya satu persatu dari murid tersebut tercerai berai. Mereka pulang ke daerah mereka masing-masing dengan hati yang dingin dan tatapan yang kosong. Sia-sialah sudah semua mimpi-mimpi yang telah dibangun oleh mereka.

Tapi sang kebenaran tidak bertahan dalam  kegelapan, ia bangkit dari alam maut dari alam kegelapan.  Dan menawarkan harapan baru, bahwa kebenaran akan tetap hidup untuk selama-lamanya. Murid-murid yang tercerai berai mulai dikumpulkannya. Keputusasaan mereka mulai digantikan dengan harapan baru. Kebenaran sejati lahir dalam diri mereka dan memberanikan mereka untuk menjadi saksi kebenaran.

Harapan yang dibawa Kristus diperuntukkan untuk seluruh dunia yang semakin melupakan kebenaran. Ditengah berkecamuknya praktek korupsi, perang antar bangsa, etnis dan agama, Yesus menawarkan harapan baru.  Paskah yang diwartakan adalah kebenaran yang membebaskan umat manusia dari ketidakadilan.

 Kemerdekaan setiap orang

Hidup Yesus selalu terarah pada kebenaran, kontras dengan dunia  yang penuh dengan kebusukan dan kerakusan. Kebenarannya adalah kebenaran Allah yang dihadirkan di tengah dunia demi keselamatan umat manusia. Sifatnya menciptakan kebahagiaan, perdamaian, dan hidup dalam cinta kasih. Dimana setiap orang merasa merdeka dan haknya tidak direngut oleh ketidakadilan.

Kebenaran Yesus menuntut manusia untuk keluar dari dirinya, dari keegoisannya, dari kerasukannya dan kepentingan diri sendiri. Merdeka dari  perbudakan hawa nafsu dan kekuasaan. Kemerdekaannya adalah kemerdekaan terhadap diri sendiri.

Pada zaman Yesus, kebenaran syarat dengan kepentingan (interest), baik itu kepentingan politik maupun agama. Kebenarannya digunakan untuk menguasai orang lain dan merenggut hak-hak dan kebebasan orang lain demi kepentingan pribadi. Maka kebenaran menjadi senjata yang sangat ampuh untuk menghukum orang lain. Dengan bendera kebenaran orang lain disiksa, dihina dan dibunuh. Dengan menyerukan kebenaran mereka melakukan ketidakbenaran. Kebenarannya bersifat pragmatis, hanya sebatas kebenaran pribadi dan kelompok tertentu.  Utamanya adalah bagaimana kepentigan kelompok dapat dicapai dengan demikian kebenarannya telah dicapai. Dalam tataran ini kebenaran direduksikan dalam arti yang sempit. Dan inilah yang melahirkan ketidakadilan yang berujung pada penderitaan (suffering).

Kebenaran paskah adalah kebenaran universal, bagi kepentingan semua orang. Sifatnya melampuhi batas-batas agama, kelompok dan etnis tertentu. Ia memerdekaan setiap orang yang hidup dalam kebenaran, “Hiduplah dalam kebenaran maka kebenaran itu akan memerdekakan kamu”. Kebenaran Kristus adalah kebenaran yang mampu mempersatukan dalam kemerdekaan.

Kiranya paskah Kristus dapat mempersatukan kita dan melahirkan perdamaian bagi bangsa Indonesia. Dengan terang paskah kita mampu menyatukan tekad untuk membangun bangsa ini menuju hidup yang sejahtera dan damai. Ditengah bencana yang terus melanda bangsa ini, baik itu bencana alam maupun bencana yang kita ciptakan sendiri demi keutungan priabai dapat diatasi.

Ditengah jeritan dan derita saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam, ketidakadilan, yang haknya diambil oleh orang lain, dan hidup dalam ketakutan, kekhawatiran, Paskah Kristus dapat bergaung dan memberikan keadilan, kebenaran dan kemerdekaan bagi mereka.

NOVERIUS LAOLI

Mahasiswa Filsafat Universitas Katolik Parahyangan

~ oleh noveonline pada November 28, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: