Mobilisasi Mental Memerlukan Politik Kebudayaan yang Positif

Oleh: Noverius Laoli  

Mobilisasi mental berarti pergerakan ke arah revolusi atau perubahan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini perlu diperahtikan faktor-faktor kebudayaan  yang sifatnya positif.

Mobilisasi mental ini harus diarahkan pada dua soal pokok:

1. Pendidikan sosio-kultural (dalam Universitas-universitas)

Maksudnya adalah bahwa pendidikan yang dilaksanakan tidak hanya berpusat pada lembaga-lembaga desin industri dan kerajinan tangan saja, tapi juga harus diorientasikan kepada usaha perubahan sosio-kultural dalam rangka pembangunan ekonomi. Selain itu dalam proses pendidikan juga harus menanamkan nilai-nilai, motivasi dan orientasi umum yang dibutuhkan dalam menjiwai kemajuan masyarakat.

2. Pendidikan Masyarakat Umum

Hendaknya melalui media yang ada misalnya RRI, selain sebagai hiburan juga dijadikan sarana untuk mendidikan rakyat. Maksudnya agar bahan-bahan pengetahuan yang berguna untuk pembangunan disajikan. Misalnya laporan-laporan tentang bagaimana negara tetangga telah membangun negara mereka dengan menggunakan berbagai sarana dan pola pemikiran tertentu. Harapannya agar melalui sajian-sajian ini masyarakat dapat terangsang untuk berusaha melalukan pembangunan dan kemajuan.

Ada beberapa langkah ata cara untuk melakukan pembangunan atau kemajuan

  1. Mengatasi rintangan-rintangan yang berakar dalam kebudayaan kita sendiri, yang dapat menghalangi kita untuk mencapai tujuan-tujuan revolusi.
  2. Membangkitkan kembali serta memupuk unsur-unsur yang memudahkan tercapainya tujuan-tujuan revolsi.

Agar langkah-langkah ini dapat tercapai kita membutuhkan bantuan beberapa bidang ilmu-ilmu lapangan secara khusus. Misalnya sosiologi, hukum adat, antropologi, sejarah, filsafat dan bahkan ilmu kebatinan. Maka univeristas-universitas yang ada di Indonesia harus mengarahkan perhatian para  mahasiswa pada masalah-masalah indonesia. Terutama menyangkut hal-hal yang terlibat dalam proses perubahan. Oleh karena  itu, perlu disajikan kepada mereka fakta-fakta yang lengkap  kemudia menganalisis atau menyelami realitas yang ada. Apa saja solusi yang dibuhkan dalam proses perubahan.

Setelah memahami masalahnya dan mencari cara yang dibutuhkan untuk perubahan, kita dapat  memanfaatkan sistem-sistem politik dan ekonomi yang sudah ada. Tapi sangat perlu juga untuk memikirkan sendiri sesuatu yang lain, baru dalam arti kita menciptakan sistem-sistem yang baru untuk memecahkan masalah-masalah indonesia untuk menuju perubahan. Maka ini tidak terlepas dari diskusi dan tukar pikiran.  Sebab pencarian jawaban-jawaban ini merupakan suatu proses kolektif.

~ oleh noveonline pada November 28, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: