Bagaimana memanfaatkan tradisi dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan Vitalitas Bangsa?

 Oleh: Noverius Laoli  

Tradisi secara sosial:

1. Gotong royong

Skap gotong royong adalah tradisi yang sudah  sangat tua bagi bangsa indonesia. Sikap saling membantu ini merupakan salah satu alat yang sering dilakukan oleh nenek moyang kita untuk membangun dan memajukan baik itu pembangunan ada istiadat maupun kebudayaan secara menyeluruh. Misalnya untuk dapat bertahan hidup mereka saling membantu dalam mencari bahan makanan, saling memberi informasi dimana sumber makanan yang dapat dimakan, saling membantu dalam mendirikan rumah, membuka hutan, dsb. 

Gotong royong ini Mengandung sikap

         Sensibilitas (kepekaan sosial), karena setiap individu akan terangsang untuk dengan ringan tangan memberikan bantuan bagi saudaranya, tetangganya yang membutuhkan tanpa harus diminta tolong atau dibayar upahnya. Tindakan seperti ini sangat penting dalam proses revolusi yang kita cita-citakan. Dengan saling  bekerjasama kita akan mudah menyelesaikan sebuah masalah. Membagi pengalaman, diskusi, saling memberi masukan, akan semakin mempermudah kita untuk memperoleh jawaban-jawaban yang kita cari demi mengembangkan vitalitas bangsa. Kerjasama juga membuktikan bahwa kita mahluk sosial yang tidak hidup untuk dirinya sendiri melainkan juga untuk orang lain, seperti yang dikatakan oleh Thomas Aquinas, non sibi vivere, sed at aliis proficere (hidup bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk menjadi berkat bagi orang  lain).

         Sense of belonging (rasa memiliki). Sikap ini penting dalam proses pengembangan suatu bangsa. Coba bayangkan bagaimana keadaan suatu masyarakat yang tidak memiliki sense of belonging, akan jadi apa di sana. Dapat dibayangkan bahwa masyarakat tersebut tidak sehat secara psikologis, dan tidak memiliki sikap prikemanusiaan. Maka yang terjadi hanyalah egoisme dan fanatisme, dan destruktif. Maka untuk mengembangkan suatu bangsa sikap ini perlu dibina dan dibangun dalam diri masyarakat. Dengan adanya rasa memiliki setiap individu akan berusaha saling menjaga barang-barang milik negara. Ini akan membangun sebuah masyarakat yang memiliki kepekaan dan tanggungjawab

         Responsibility (tanggungjawab). Ini penting, karena rasa tanggungjawab akan menunjukkan kedewasaan kita dalam menyelesaikan suatu masalah. Ide yang kita lontarkan tidak akan  mengawang begitu saja, karena kita berani membuktikan bahwa gagasan kita bisa dipertanggungjawabkan.

2. Tradisi yang terdapat dalam norma-norma adat.

    – Norma kesusilaan,

 Mengandung dimesi etis dan  moralitas.  Dimensi ini perlu dikembangkan agar tidak  tinggal sebagai kenangan dan kebanggaan di masa lalu. Membangun masyarakat yang memiliki etika dalam hidupnya. Mengerti norma-norma, agar tahu batas tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Sebab sokrates pernah berkata kalau orang tidak mengerti batas etis maka yang terjadi adalah penderitaa (suffering), sebab orang tidak mengerti batas-batas tindakan apa saja yang perlu dan tidak perlu dilakukan. Suatu bangsa bisa dibangun jika masyarakat tahu tindakan apa yang perlu diambil untuk mengembangkan dan membangun bangsanya. dan tentu saja itu semua dilihat dalam kerangka moralitas.

    Sopan santun dan keramahtamahan (hospitalitas)

     orang indonesia pertama sekali dikenal karena keramah tamahannya dan sopan-santun dalam tutur kata dan perilakunya. Turis-turis yang datang keindonesia akan selalu kembali mengunjungi indonesia lagi karena selain tempat wisatanya menarik, orang-orangnya juga ramah tama  dan mudah tersenyum. Maka untuk mengembangkan suatu bangsa kita dapat memanfaatkan tradisi ini untuk menarik turis-turis agar selalu datan ke Indonesia. Kehadiran mereka akan menambah penghasilan kita dan selain itu budaya kita akan semakin dikenal di seluruh penjuru dunia.

Kesimpulan

Tradisi gotong-royong  dan norma-norma yang kita miliki merupakan tonggak utama yang dapat dimanfaatkan untuk membangun vitalitas bangsa Indonesia. Melalui tradisi kita akan semakin menyadarkan setiap individu akan keniscayaan pembangunan bangsa kalau kita kembali memanfaatkan tradisi dan taat pada norma-norma yang berlaku selamat turun-temurun.

          

~ oleh noveonline pada November 28, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: