Homo Laborans

 oleh Noverius Laoli

Homo laborans adalah istilah yang berasal dari bahasa latin. Artinya secara umum adalah manusia pekerja. Kata homo adalah manusia, dan kemudian ada beberapa kata yang dipadangkan pada homo tersebut. Misalnya homo erectus, homo sapiens dsb.

Dalam Encycklopedia  Americana kata labor di definisikan sebagai badan atau jasmani, selain itu juga dikatakan sebagai usaha mental manusia untuk mencapai suatu objek yang lain di luar kesenangannya sendiri. Pernyataan ini mau menjelaskan bahwa labor itu adalah sebuah tindakan yang tujuannya bukan ke dalam tetapi ke luar. Tindakan itu bersifat memberi dan melayani. Artinya meskipun dikatakan sebagai pekerja, kata labor bisa dikatakan juga sebagai aktualisasi diri. Manusia hanya dapat mengenal potensi dirinya lewat sebuah tindakan yang nyata. Tindakan itu tentu saja mengarah ke pekerjaan.

Istilah kata labor dalam Ensyclopedia Americana ini selanjutnya dijelaskan sebagai sebuah kata kerja yang memberi tekanan pada kerja keras secara manual (manual oil), tapi tentu saja istilah ini mereduksi istilah labor sendiri, jika hanya sebatas kerja keras secara manual. Istilah lain dapat dimasukkan juga, misalnya sebuah usaha mental. Kata usaha telah mengantikan kata labor. Usaha (effort) bisa memiliki banyak pengertian.

Zaman Industri modern  mengutamakan tenaga atau otot (muscle) untuk kepentingannya. Zaman ini mempekerjakan ribuan orang untuk mengelola industri. Pada saat itu perubahan social terjadi. Manusia diarahkan untuk bekerja, menjadi buruh pabrik, karyawan, perakit dan pencipta. Sebelum zaman industri ini manusia masih belum bekerja seoptimal mungkin. Mereka masih hidup dalam dunia bermain dan menuntut ilmu pengetahuan. Tetapi justru terjadi sebaliknya di zaman industri, manusia menjadi budak pekerjaan. Hampir sepanjang hari manusia bekerja dan bekerja. Bahkan waktu untuk dirinya dan keluarganya tidak ada lagi karena semua waktunya dipakai untuk bekerja.

 Homo Laboran Menurut Konsep Marx

Marx melihat manusia sebagai mahluk material. Ia adalah filsuf materialis. Dia mendefinisikan hidup manusia dalam bentuk materi. Manusia pada umumnya bekerja untuk mencapai dan mengenal identitasnya sebagai manusia. Menurutnya secara esesnsial manusia bukanlah mahluk yang mampu mencipta secara rasional, manusia juga bukanlah anak-anak dewa-dewa (Tuhan), atau mahluk politik. Manusia menunjukkan identitasnya berdasarkan pada apa yang dia lakukan. Mereka adalah apa yang mereka lakukan (they are what they do). Dan apa yang mereka lakukan itu adalah untuk mempertahankan hidupnya dari dunia sekitarnya.  Segala hal tentang mereka, termasuk kesadaran mereka dan pengertian mereka terhadap alam dan kepercayaan mereka kepada Tuhan itu secara langsung adalah hasil dari apa yang mereka lakukan secara fisik dalam hidup mereka sehari-hari. Maka dia mengatakan manusia adalah mahluk pekerja atau homo laborans (a working human).

Lingkungan itu membentuk hidup manusia  masuk ke dalam relasi dengan manusia lain dan  memiliki kebebasan kehendak. Relasi itu membentuk manusia untuk bekerja sama dengan yang lain. Hubungan sosial ini juga memperngaruhi opini setiap individu. Bahwa opini mereka tidak berdasarkan pada apa yang mereka pikirkan dalam diri mereka sendiri.  Tetapi cenderung dipengaruhi oleh lingkungan dan tuntutan pekerjaan. Maka apa yang mereka kerjakan, bukan karena keinginan mereka. Mungkin sekali karena keterpaksaan dari kondisi atau situasi yang mendesak. Jika tidak bekerja mereka tidak hidup. Maka jika marx mengatakan bahwa pekerjaan adalah wujud dari aktualisasi diri manusia, menjadi tidak berfungsi lagi. Bahwa pekerjaan sebagai sarana untuk membuktikan identitas manusia sepertinya tidak terpenuhi.

Pekerjaan itu membuat kita menghadapi kenyataan hidup, kita menjadi aktif, dan kita menyadari diri kita sebagai manusia dan berdasarkan proses hidup yang real kita mendemonstrasikan perkembangan refleksi ideolologi. Ideologi yang kita bentuk dalam pikiran kita  menjadikannya sebuah kebutuhan, meluhurkannya sebagai bagian dari proses hidup. Moralitas, religiositas, metaphysika, dan semua ideologi dan bentuk-bentuk pergaulan mereka dibentuk oleh kesadaran mereka. Manusia mengembangkan produki materi dan selalu berhubungan dengan materi, materi itu mengubah hidup manusia. Melalui pikiran, materi itu diubah. Maka manusia berpikir dan menghasilkan apa yang mereka pikirkan. Hidup tidak ditentukan oleh kesadaran, tapi kesadaran ditentukan oleh hidup. Dengan kata lain, identitas manusia dan kesadaran manusia sebagai mahluk yang ber-identitas ditentukan oleh pekerjaan. Melalui materi individu berhadapan dengan hidup yang nyata.

 Alienasi

`Manusia teralienasi dari dirinya sendiri baik itu secara pisikis dan psikologi muncul dari situasi sistem pekerjan di zaman modern. Sejak para pekerja tidak mengetahui apa hasil yang mereka kerjakan. Ketika manusia bekerja sebagai perpanjangan tangan dari mesin-mesin. Sejak manusia membenci apa yang ia lakukan. Kemudian manusia tidak memiliki hidup mereka. Sejak manusia menjadi bagian dari mesin. Manusia ada untuk dirinya sendiri sebagai objek yang teralienasi. Sejak manusia menyadari dirinya sendiri sebagai sesuatu yang dianggap rendah. Mereka tidak mendapatkan cinta atau kesenangan atau bahkan pengakuan. Sebagai mahluk yang teralienasi, para buruh modern, tidak memiliki identitas diri sebagai homo laboran.

Bagi Marx manusia bekerja untuk mengenal siapa dirinya. Identitas manusia terungkap lewat pekerjaannya. Baginya pekerjaan itu membawa manusia pada kepuasan. Dengan syarat manusia tahu apa yang dikerjakan dan fungsinya untuk apa. Hasil pekerjaan itu menunjukkan identitas manusia sebagai manusia. Itulah arti homo laboran bagi marx yang sesungguhnya. Maka manusia ditentukan oleh apa yang dialakukan. Pekerjaan manusia menunjukkan identitasnya sebagai mahluk yang memiliki identitas. Pekerjaan itu memiliki makna penting dalam hidup manusia.

~ oleh noveonline pada November 21, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: