Realisme modern

Oleh: Noverius Laoli

 Realisme adalah paham tentang realitas.

Realisme modern dimulai sekitar abad ke 16 atau ketujuh belas. Ditandai dengan muncul revolusi perancis dan revolusi industri. Dan lahirnya pemikir-pemikir di luar gereja. Mereka adalah orang-orang yang berpikir secara otonom dan akhirnya menjadikan manusia menjadi pusat segala-galanya.  Kemodernan sering diidentikkan juga dengan zamannya enlightement atau aufklerung (pencerahan)  yang dicetuskan oleh Immauel Kant dari Jerman pada abad ke-18.

Realisme modern tentu saja berbeda dengan paham realisme sebelumnya. Kalau realisme pada zaman Yunani kuno menganggap bahwa realitas itu  tidak sekedar apa yang dapat dilihat secara real, tetapi realitas itu adalah pemikiran atau ide-ide. Plato yang meyakini bahwa realitas yang sesungguhnya itu bukanlah kenyataan yang dapat dilihat secara indrawi. Menurutnya apa yang kita lihat sekarang ini hanyalah bayang-bayang dari realitas yang sebenarnya. Apa yang ada sekarang ini hanyalah fotokopian dari realitas yang abadi. Realitas yang abadi menurutnya adalah idea-idea (dunia ide). Yang real itu adalah apa yang kita yang ada dalam ide-ide kita.

Argumen yang paling jelas dikemukakan oleh Plato adalah bahwa realitas ini selalu berubah, apa yang kita lihat hari ini bisa berbeda dengan apa yang kita lihat kemarin atau besok. Itu terjadi karena realitas sekarang ini tidak abadi. Sementara realitas yang abadi adalah apa yang ada dalam ide-ide kita dan tidak pernah berubah ia tetap abadi.

 Realisme modern

Pada zaman kemoderenan realitas itu tidak dilihat seperti halnya Plato meyakininya. Zaman modern meyakini bahwa realitas itu adalah apa yang dapat dilihat secara indrawi. Realitas itu apa yang kongkret yang bisa dilihat dan bermanfaat dalam kehidupan real kita. Realitas itu bukan lagi pikiran-pikiran yang tidak jelas dan yang hanya sebatas konsep saja.

Realitas modern adalah realitas yang  menganut paham bahwa yang ‘ada’ atau ‘eksis’ itu atau yang real itu, sungguh-sungguh kongkret. Dapat diraba, dapat digunakan, dapat difungsikan demi kehidupan manusia. Jika pada zaman sebelum kemoderenan, para ilmuwan selalu berdebat bahwa yang “ada” atau eksis itu melampauhi yang dapat dilihat secara indrawi. Maka pada zaman kemodernan yang ‘eksis’ itu adalah apa yang terlihat secara real, kongkret dan tampak secara indrawi.

Perubahan pemikiran ini disebabkan munculnya ilmu baru yaitu sains. Sekitar abad 18-20 muncul Scienticum yaitu ideologi yang meyakini  bahwa ilmu adalah satu-satunya  jalan kebenaran. Sains adalah ilmu yang menggunakan logika sebagai sarana atau alat bantu untuk berpikir.

Menurut ilmu sains realitas pada dasarnya terdiri dari partikel yang tidak dapat dihancurkan. Misalnya atom. Segala perubahan dalam alam adalah masalah pemisahan, penggabungan, dan gerakan-gerakan atom. Atom itu pada dasarnya iner (lembam) yaitu tidak bisa bergerak sendiri, kecuali  kalau ada gerakan/gaya/kekuatan dari luar. Hukum sebab akibat berlangsung lewat penyebaban fisik. Kelak melahirkan filsafat materialisme ala Feuerbach dst. Bahayanya adalah Perasaan-perasaan misalnya jatuh cinta, simpati, sedih, kangen, sedih dianggap tidak nyata atau real. Sehingga para religius, mistikus itu dipandang orang-orang yang suka ber-ilusi.

Realisme modern juga percaya bahwa alam semesta adalah sistem mekanisme besar yang bergerak dan bekerja secara  mekanis dan matematis. Seluruh alam semesta ini bagaikan mesin. Ruang adalah medan geometri. Waktu adalah kontinuitas numerik (angka). Ruang dan waktu keduanya adalah wahana bagi segala gerakan dan perubahan, sifatnya absolut dan tidak berubah Alam semesta yang isinya beragam tidak terlalu penting, yang penting adalah sains karena ukuran-ukuran kuantitatifnya  dan cara kerjanya  alias pola-pola. Karena sains memiliki kekuatan  dan produksi  prediksi dan manipulasi.

 Padangan tentang manusia

Jiwa adalah bagian tertentu dari otak dan otak ini disebutnya sensorium, cara kerja sensorium ini  ada dua hal yaitu: objek-objek ditangkap oleh indra dan dimasukkan ke syaraf kemudian ke sensorium  dan dalam sensorium ini ada semacam jiwa yang disebut anima, inilah yang akan menggerakkan otot-otot(Stimulus) yang menghasilkan  respon. Manusia adalah sistem mekanisme  kecil.

 Tuhan menurut Realisme modern

Tuhan itu abadi dan tak terbatas (omimpotens). Karena dialah yang membentuk ruang dan waktu (wadah bagi segala aktivitas). Di sini mulai terasa image Tuhan yang impersonal. Kendatipun demikian Tuhan sendiri tak terpengaruh  oleh kreativitas itu. Tuhan adalah segala daya persepsi, kalau membayangkan-Nya pakai indera kita misalnya teliga, maka Tuhan itu adalah teliga seluruhnya, demikian juga dengan tangan, mata Tuhan itu akan menjadi tangan dan mata seluruhnya. Cara kerja Tuhan itu tidak seperti manusia. Sehingga Tuhan itu dapat dikatakan seluruhnya otak (devine sensorium) atau absolute space and time.

Realisme modern ini ditandai dengan cara berpikir atau atomistik.

Segala sesuatu itu dibayangkan hanya berjenis sama misalnya  rumah, dalam arti unsur pembentuknya sama. Sains hanya memiliki bahan dasar itu. keseluruhan hendaknya dijelaskan berdasarkan bagian terkecilnya. Kelak kemodernan dikritik sebagai reduksionis. Mirip dengan Signum Freud yang mengatakan bahwa seluruh perilaku manusia itu ditentukan oleh  lidido (seks). Deistik melahirkan ateistik sama dengan sekularistik yang memisahkan manusia dengan Tuhan (Deisme adalah ajaran yang mengatakan bahwa Tuhan itu terpisah dari alam semesta. Sesudah Tuhan menciptakan alam semesta Ia tidak lagi berhubungan dengan Alam semesta sama sekali. Kekuatan sains adalah produksi  prediksi dan manipulasi).

 Realisme modern ditandai dengan munculnya Rasionalisme

Kemoderenan yang melihat realitas itu ada sejauh masuk akal. Maka muncul ilmu yang mengangungkan rasio. Mereka percaya bahwa realitas bekerja secara rasional, logis, objektif, sehingga rasio manusia mampu memahami segala hal. Konsekuensinya adalah segala hal yang gaib, misterius, ilahi, atau yang rasional tidak ada atau paling banter “belum diketahui”. Jadi keyakinan religius atau prinsip: “credo quia impossible” (saya percaya sesuatu yang tidak mungkin), itu semua omong kosong. Sebab segala hal secara pelan-pelan bisa di jelaskan. Keyakinan filosofis ini adalah nyawa dari modernitas.

Prinsip Modern  ala rasionalisme

Manusia harus mengembangkan diri dan menuntun dirinya sendiri dengan standar-standar yang jelas dalam arti clara et disticta (jelas dan tegas), benar-salah atau baik-buruk dsb. Maka sepanjang zaman modern segala hal distandarisasi dan standar tersebut perlu dikualifikasi ala ilmu alam agar bersifat  pasti.  jadi ilmu alam saat itu primadona dalam ilmu sains. Alam semesta dan kehidupan adalah mekanisme raksasa  yang bekerja secara rasional, matematis dan fisis artinya sesuai dengan hukum-hukum  fisika.

Ada keyakinan bahwa iptek itu mampu melahirkan/ menghasilkan kebenaran-kebenaran lebih  dalam daripada yang diwahyukan dalam tradisi maupun kitab suci.   Dan dalam kaitan dengan ini bahwa kebenaran itu kalaupun diwahyukan belumlah lengkap, hanya sebagian dan belum sempurna, artinya sebagaian besar harus dicari. Bidang-bidang kehidupan (agama, politik, ekonomi, budaya dsb) perlu dikelola secara rasional juga. Dikemudian hari rasionalisme menjadi sangat cenderung mereduksikan kehidupan itu sendiri.

 Sisi negatif Realisme Modern

            Realisme modern melihat segala hal dari perspektif sains. Yang ‘eksis’ (ada) itu benar-benar ada sejauh dapat dijelaskan dan dibuktikan secara empiris. Segala hal harus dapat diterima oleh rasio. Akibat dari pemahaman ini, realitas yang sesungguhnya dikerdilkan dalam pemahaman rasio semata. Alam semesta ini juga dilihat sejauh itu sesuai dengan hukum-hukum mekanistik. jadi bagaimana dengan hal-hal yang gaib atau miracle. Agama disingkirkan dan segala hal yang berbau misktik dianggap tidak benar dan perlu dibasmi.  Padahal banyak hal dalam dunia ini yang tidak bisa diperlakukan demikian. Padangan orang timur yang percaya akan alam lain  yang berada di luar rasio dianggap kekanak-kanakan.

            Cara berpikir modern ini juga memiliki tendensi (kecenderungan) ke arah pragmatisme. Salah tokoh yang tekenalnya adalah William James dari Amerika. Segala hal hanya penting jika bisa berguna bagi kehidupan manusia. Dengan kata lain manusia itu berarti hanya jika bisa digunakan. Manusia dilihat bukan sebagai manusia yang memiliki martabat dan keunikan, tetapi manusia itu dilihat sejauh bisa digunakan dan dimanfaatkan keahliannya. Manusia tidak jauh berbeda dengan mesin yang siap untuk kerja.

 Sisi positifnya

            Manusia secara peradaban mengalami kemajuan. Segala hal dapat dilakukan dengan cepat. Alam yang dulu mendikte manusia dengan segala macam kekuatannya, sekarang manusialah yang mendikte alam. Alam ditundukkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Manusia mampu menciptakan segala sesuatu yang menunjang kepentingannya. Yang real itu bukan lagi pemikiran-pemikiran yang abstrak dan membingungkan. Yang real adalah apa yang ada di dunia ini. Segala hal yang bisa dijelaskan dengan hukum logika dan eksperimen itulah yang konkret, yang real dan yang nyata.

            Melalui cara berpikir demikian yang real dilihat sebagai sesuatu yang dapat diolah dan digunakan untuk kepentingan umat manusia.

 Kesimpulan

Pada akhirnya realisme modern adalah sebuah pemikiran yang lebih berorientasi pada hal-hal yang konkret. Segala yang eksis itu kongkret. Kemudian yang kongkret itu dijelaskan dengan pemikiran yang menggunakan logika dan eksperimen. Maka muncullah sains sebagai kekuatan yang membongkar realitas ini. Segala hal dijelaskan dari perspektif sains. Melalui hukum eksperimen kenyataan bisa dipahami. Kecenderungan untuk mengkategorisasikan dan memilah-milah kenyataan adalah ciri khas realisme modern.

About these ads

~ oleh noveonline pada Desember 4, 2007.

Satu Tanggapan to “Realisme modern”

  1. terima kasih atas infonya. saya belajar banyak dari tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: