Ketidaktahuan yang lain melahirkan ketidaktahuan Baru

 

Oleh: Noverius Laoli

            Indonesia adalah sebuah bangsa yang memiliki banyak suku dan bahasa. kekayaan ini merupakan suatu keuntungan dan sekaligus suatu bencana. Keuntungan dalam arti Indonesia memiliki budaya dan cara berpikir yang beragam. Karena itu, jika Indonesia mampu dan secara cerdas menyikapi situasi ini, maka kekayaan ini merupakan modal yang sangat berguna untuk mencipkan Indonesia yang makmur dan sejahtera. Tapi, jika kekayaan ini disikapi secara lain, bisa saja kebihnekaan ini menjadi suatu ancaman besar yang akan membawa bangsa ini ke jurang kehancuran.

Bentuk bangsa yang plural ini harus dikelola secara cerdas dan tentu saja  membutuhkan orang-orang yang cerdas juga. Maka faktor utama yang perlu diperhatikan dalam peningkatan dan pemanfaatan pluralitas adalah pendidikan yang bermutu. Sebab mentalitas bangsa ini yang selalu anti pluralitas perlu diperbaiki sehingga  perpektifnya dapat berubah dan memandang segala hal dalam kaca mata yang  global.

 Ketidaktahuan

Maka untuk mengembangkan dan memahami situasi kebihnekaan bangsa indonesia ini, kita harus berangkat dari ketidaktahuan menuju ketidaktahuan yang lain. Sikap untuk berangkat dari ketidaktahuan ini sudah merupakan langkah awal menuju suatu pemahaman yang lain lagi. Kita semakin menyadari bahwa pluralitas ini memang menimbulkan banyak persolan atau problematik yang lain. Dan ini hanya bisa dimengerti ketika kita memahami ini semua dalam perspektif yang baru dan segar. Sikap untuk mau memahami suatu hal yang tidak kita ketahui bukanlah suatu usaha yang sia-sia belaka. Sebab pemahaman itu menghantarkan kita pada kesadaran yang baru. Bahwa kita tidak tahu.

Manfaat utama dalam mamahami ketidaktahuan yang lain ini adalah terbukanya peluang untuk mencari hal yang lain. Dengan memahami bahwa kita tidak tahu, kita setidaknya tahu batas akan kemampuan kita untuk memahami. Sehingga kita tidak bersikap sok tahu tapi sebenarnya tidak tahu. Tepat seperti yang dikatakan Socrates, bahwa dia-lah orang yang paling bijak sana, karena ia tahu bahwa ia tidak tahu. Kenapa? Karena ketika kita sadar bahwa kita tidak tahu, kita tidak bertindak diluar batas kemampuan kita. Sehingga tidak menimbulkan kesalahan dan konsekuensi yang lebih besar lagi.

Maka tindakan untuk memahami dan belajar meskipun berangkat dari ketidak tahuan, kita tetap akan memperoleh suatu pengalaman akan suatu hal yang sebelumnya kita tidak tahu. Ketidaktahuan yang baru adalah suatu pengetahuan yang membahwa pengertian baru bagi kita. Tugas kita selanjutnya adalah  mencari apa ketidaktahuan yang lain. Dengan  cara itulah, kita akan mampu menerima pluralitas bangsa ini. Karena banyak hal yang baik dari pluralitas ini yang tidak kita ketahui. Jadi kita sadar akan ketidaktahuan kita, dan kita terbuka untuk memahaminya. Sehingga kebudayaan bangsa yang pluralistik ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

About these ads

~ oleh noveonline pada Desember 1, 2007.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: